Politik Dosa

Poor

Baginda berjanji sumpah, semusim maju tidak dipenuhi.
Sejuta mati rebah terkapar lapar.
Layak nasi basi dimakan jua, daripada.

Itu tangisan bukan nyanyian.
Penuh sedih perih.

Hamba bisu.
Hamba pincang.

Baginda buta.
Baginda tuli.

Menabur batu, menuai emas.
Kering tuan, panas… keras.

Buka pintunnya, kami masuk.
Tutup pintunya, mereka masuk.

Kami mati! Siapa peduli?

09 Maret 2014

Iklan

Diterbitkan oleh

bimasatriaputra

Bima Satria Putra. Kelahiran Besarang, Kalimantan Tengah, 4 November 1994. Mahasiswa program studi ilmu Komunikasi jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial & Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Lentera dan Federasi Mahasiswa Libertarian Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s