Balai Poestaka dan Sastra Pinggiran

balai-poestakajpg_iKn5ITulisan Joss Wibisono berjudul “Melajoe Belanda” (Tempo, 8 September 2013) menjelaskan bagaimana Balai Poestaka, sebuah lembaga kolonial yang melakukan penerbitan, mempunyai peran untuk menyebarkan dan menjaga bahasa Melayu, terutama Melayu Riau, yang disebut sebagai Melayu tinggi. Sayangnya, dalam tulisan itu Joss kehilangan rincian yang cukup penting mengenai aktivitas Balai Poestaka dalam rangka tidak hanya menyebarkan bahasa Melayu, tapi turut ‘meminggirkan’ karya sastra daerah, terutama yang menggunakan bahasa Melayu rendah. Tulisan ini menjadi pelengkap apa yang hilang dari tulisan Joss. Continue reading “Balai Poestaka dan Sastra Pinggiran”

Iklan