Ciduk

Mbah Waginem sudah tidak kuat berjalan, kakinya bergetar terus. Kalau ke ruang tamu, harus dipapah cucunya. Setelah sebelah matanya menderita katarak, Mbah Waginem hanya menyaksikan remang kegelapan selama 20 tahun. Sebuah waktu yang menyiksa untuk akhir hidup.

“Mbah, usianya berapa mbah?” tanya Maya dalam Bahasa Jawa.

“Hah..?” jawab mbah.

Continue reading “Ciduk”

Iklan