Aku Sangat Menderita

PERKEMBANGAN anarkisme di Indonesia pada zaman kolonial Hindia Belanda punya karakter unik, yang jika dibandingkan perbedaannya dengan periode setelah 1945 tergolong signifikan. Semuanya dipengaruhi oleh kondisi historis pada waktu itu. Antara perjuangan dengan kesadaran kelas, akumulasi rasa muak dan marah terhadap pemerintahan kolonial, penekanan untuk melakukan pemberontakan bersenjata, dan semakin munculnya wawasan kebangsaan, semuanya tumpang tindih menghasilkan bentuk sinkretik (atau apapun kita hendak menyebutnya) yang aneh. Hingga batasan tertentu, kita bisa melihat bahwa antara nasionalisme radikal dan anarkisme menjadi bias dan tidak terpisahkan karena tujuan-tujuan politik anti-kolonial. Continue reading “Aku Sangat Menderita”

Iklan