Tentang Kawanan Pandir

Demokrasi adalah… lupakan soal definisi yang kaku mengenai demokrasi. Saya akan memberi penjelasan langsung. Jika anda mempunyai hak menentukan keputusan mengenai berapa jumlah bayaran pajak bumi dan bangunan, atau berapa jumlah kucuran subsidi bahan bakar minyak, itu namanya demokrasi. Entah itu secara langsung atau perwakilan, jika anda dapat terlibat aktif mengontrol kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan berkaitan dengan dengan kebutuhan hidup anda, itu baru demokrasi. Pengertian seperti ini dapat ditemukan dengan mudah di kamus-kamus dan Wikipedia.

Pada kenyataannya, demokrasi tidaklah demikian. Apakah kita merasa dapat terlibat secara aktif dan menentukan berapa jumlah bayaran pajak dan subsidi bahan bakar? Tidak. Apakah kita peduli? Tidak. Karena kita sengaja dibuat tidak peduli. Lanjutkan membaca Tentang Kawanan Pandir

Ruang Publik : Menjunjung Tinggi Kebebasan Berbicara

Budayakan Diskusi Mahasiswa

Apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata ruang publik? Alun-alun kota atau pasar dimana orang-orang saling bertukar pikiran dan pendapat? Live Streaming acara berita di sebuah stasiun televisi swasta Indonesia di mana orang-orang dapat memberikan komentar tentang suatu kejadian dan fenomena? Warung makan dan ruang tamu?

Benar, ruang publik sendiri sebenarnya mengacu pada suatu ruang yang dapat di akses semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda dan di mana juga mengacu peranan masyarakat warga dalam demokrasi. Lanjutkan membaca Ruang Publik : Menjunjung Tinggi Kebebasan Berbicara

Penulis Aneh dari Jepang, Akutagawa Ryunosuke

Waktu aku melintas di selasar perpustakaan, sedang diadakan obral buku disitu. Harganya miring dan bervariasi, mulai dari 5 ribu, 10 ribu, hingga 25 ribu. Kemudian ku borong hingga lima buku saat itu. Malamnya, kubaca salah satu novel pendek tulisan Akutagawa Ryunosuke yang kubeli, Kappa.

Lanjutkan membaca Penulis Aneh dari Jepang, Akutagawa Ryunosuke