Tetak Batok

Mite ini diadaptasi dan dikembangkan dari hasil penelitian antropologi Charles Hose dan William McDougall, dalam karya mereka “The Pagan Tribe of Borneo” (1912) terhadap suku Dayak di wilayah Kalimantan Utara (Borneo Inggris). Salah satu bagiannya membahas mitologi yang berkembang di sekitar Dayak Punan, Klemantan, Kayan dan Kenyah. Klik di sini untuk mengunduhnya.

Ini adalah kisah yang diturunkan dari nenek dan kakek kita. Mereka mendapatkannya dari nenek dan kakek mereka, dan nenek dan kakek mereka mendapatkannya dari nenek dan kakek mereka sebelumnya, dan begitu seterusnya. Kisah ini terus-menerus diturunkan langsung dari manusia-manusia pertama yang hidup. Dan kelak, ketika kalian dewasa, kalian harus menceritakannya kembali kepada anak cucu cicit kalian. Sehingga mereka dapat meneruskannya kepada anak cucu cicit mereka lagi. Demikianlah kita memetik kebajikan-kebajikan dari apa yang telah dikisahkan para leluhur. Jadi, dengarkan baik-baik. Ini adalah kisah mula terciptanya alam dan segala macam kehidupan serta tingkahnya. Continue reading “Tetak Batok”

Iklan

Dua Bocah Sialan

Ada dua orang bocah gelandangan. Yang satu bodoh, tapi kuat dan berbadan besar. Yang satu pintar, tapi lemah dan berbadan kecil. Jadi, persahabatan mereka berdua, anggap saja, saling melengkapi.

Mereka tidak tahu darimana mereka berasal. Sejak sadar dengan kehidupan, mereka sudah tinggal di bekas gedung teater tua dan dirawat oleh semua gelandangan kota.

“Kamu lihat patung pendiri kota di taman? Kalian berdua lahir dari situ,” ujar seorang pencuri kepada mereka. Continue reading “Dua Bocah Sialan”

Di Bawah Peron Stasiun

Seorang karyawan pabrik tekstil masuk ke dalam stasiun. Kartu pengenalnya ia tutupi di balik mantel. Padahal jabatannya tidak rendah, tapi tetap saja ia malu. Sebagai pengawas produksi, tugasnya cuma satu, mengawasi lima ratus pekerja lain supaya bekerja dengan benar. Ada beberapa prosedur yang harus mereka taati. Ia dapat menegur pekerja jika terjadi kesalahan. Sayangnya, ia tidak dapat menegur manajer pengolahan akhir dan direksi karena membuang limbah. Continue reading “Di Bawah Peron Stasiun”

Hais

Ketika tangan berbulu lebat bertato menyentuh pundakmu,
Aku menghantamnya dan kami berkelahi.
Sayang aku kalah dan mati, dan mayatku dilempar ke sebuah jurang tidak jauh dari pusat kota.
Arwahku menangis dan menghantui warga sekitar.
***
Seseorang mengawasimu dari luar jendela tiap malam.
Apa kau menyadarinya?
Aku dan teman-teman berencana patrol keliling rumah.
Esoknya ayah dan ibumu, dan bibi dan pamanmu, dan seluruh kakak adikmu, mati.
Kami yang membunuhnya.

Sie Sind Zauber

Apa jangan-jangan kata ‘mencurigakan’ berasal dari kata ‘curi’?
Sehingga kopi yang sangat panas
Tidak dapat diminum selama 20 menit pertama
Dan aku mati mendidih berenang didalamnya.

Perpustakaan sangat sepi, kafe penuh sesak
Sementara aku di antara keduanya tersesat.

Aku lebih senang pergi ketempat bordil tempat pelacur yang suci berkumpul
Ketimbang mendatangi kapel dengan biarawati munafik.
Sebab bau busuk tumpukan sampah di pintu belakang kampus
Menjadi lebih harum ketimbang wewangian parfum ratu Inggris.

Aku tidak ingin terlarut dalam tidur.
Karena sekarang kenyataan lebih indah daripada mimpi.

Gadis Kecil Yang Ceria

Gadis kecil yang ceria
Tertawa manis mengingat cerita ibu
Tentang monster-monster jahat di hutan

Memetik habis beri liar
Memikul rusa hasil buruan.

Berteduh di pepohonan rindang
Menantang beruang.

Gadi kecil yang ceria
Hilang entah kemana.

Daun gugur dan ranting mengering.
Kabut pekat
Monster jahat bermunculan dan
Membunuh warga desa.

Hutan berkabung sayang

Kesaksian Seekor Serigala

Seseorang gila berlari terjatuh
Meminta tolong dan mohon ampun.
bersaksi padaku tentang mereka
yang menggonggong melolong menari-nari
Seperti gerombolan domba yang haus

Darah.
2 jam dia di neraka menyamar dan tersiksa menggunakan
Kostum setan domba palsu sambil menyembunyikan
Taring ekor dan matanya yang tajam,
berdiam diri bergetar takut.

Gerombolan domba menyembah-nyembah mengelukan
Gembalanya yang tidak
Pernah membimbing mereka.

Mereka domba-domba sial yang diarahkan
Ke tempat pemotongan
Dan dibantainya, suatu tempat yang sesat.
Dia seekor serigala di tengah gerombolan domba.