Dua Bocah Sialan

Dua bocah sialan (Karya Bima Satria Putra)
Dua bocah sialan (Karya Bima Satria Putra)

Ada dua orang bocah gelandangan. Yang satu bodoh, tapi kuat dan berbadan besar. Yang satu pintar, tapi lemah dan berbadan kecil. Jadi, persahabatan mereka berdua, anggap saja, saling melengkapi.

Mereka tidak tahu darimana mereka berasal. Sejak sadar dengan kehidupan, mereka sudah tinggal di bekas gedung teater tua dan dirawat oleh semua gelandangan kota.

“Kamu lihat patung pendiri kota di taman? Kalian berdua lahir dari situ,” ujar seorang pencuri kepada mereka. Continue reading “Dua Bocah Sialan”

Iklan

Di Bawah Peron Stasiun

Di Bawah Peron Stasiun (Karya Bima Satria Putra)
Di Bawah Peron Stasiun (Karya Bima Satria Putra)

Seorang karyawan pabrik tekstil masuk ke dalam stasiun. Kartu pengenalnya ia tutupi di balik mantel. Padahal jabatannya tidak rendah, tapi tetap saja ia malu. Sebagai pengawas produksi, tugasnya cuma satu, mengawasi lima ratus pekerja lain supaya bekerja dengan benar. Ada beberapa prosedur yang harus mereka taati. Ia dapat menegur pekerja jika terjadi kesalahan. Sayangnya, ia tidak dapat menegur manajer pengolahan akhir dan direksi karena membuang limbah. Continue reading “Di Bawah Peron Stasiun”

Bercinta di Ladang Gandum

ladang gandum

Wereng, cangkul, batang gandum yang patah, gubug, pohon yang rindang, pupuk, cacing yang kepanasan, debu yang terbang ditiup angin, singkong yang mencuat ke atas tanah, ulat bulu, mesin traktor yang menyala, awan, orang-orangan sawah, caping dan kayu bakar melihat iri kepada sepasang manusia yang bercinta di ladang gandum.

Hais

sad_sketch_by_chartzan-d37680g

Ketika tangan berbulu lebat bertato menyentuh pundakmu,
Aku menghantamnya dan kami berkelahi.
Sayang aku kalah dan mati, dan mayatku dilempar ke sebuah jurang tidak jauh dari pusat kota.
Arwahku menangis dan menghantui warga sekitar.
***
Seseorang mengawasimu dari luar jendela tiap malam.
Apa kau menyadarinya?
Aku dan teman-teman berencana patrol keliling rumah.
Esoknya ayah dan ibumu, dan bibi dan pamanmu, dan seluruh kakak adikmu, mati.
Kami yang membunuhnya.

Kesaksian Seekor Serigala

church

Seseorang gila berlari terjatuh
Meminta tolong dan mohon ampun.
bersaksi padaku tentang mereka
yang menggonggong melolong menari-nari
Seperti gerombolan domba yang haus

Darah.
2 jam dia di neraka menyamar dan tersiksa menggunakan
Kostum setan domba palsu sambil menyembunyikan
Taring ekor dan matanya yang tajam,
berdiam diri bergetar takut.

Gerombolan domba menyembah-nyembah mengelukan
Gembalanya yang tidak
Pernah membimbing mereka.

Mereka domba-domba sial yang diarahkan
Ke tempat pemotongan
Dan dibantainya, suatu tempat yang sesat.
Dia seekor serigala di tengah gerombolan domba.

 

Menjadi Anjing

DogIsi perut ini telah penuh dan otak sudah aku persiapkan untuk mempelajari bahasa Indonesian yang diampu bu Kartika. Aku berjalan di selasar sekolah dan berencana masuk ke kelas, sebelum Aris kemudian memanggilku dari kejauhan.

“Dim, sini..” panggil Aris. Aku mendatanginya ditaman dan duduk di sebelahnya.

“Kenapa lagi Ris?” tanyaku.

“Apa yang akan terjadi jika seseorang meninggal?” tanya Aris.

Continue reading “Menjadi Anjing”