Bercinta di Ladang Gandum

Wereng, cangkul, batang gandum yang patah, gubug, pohon yang rindang, pupuk, cacing yang kepanasan, debu yang terbang ditiup angin, singkong yang mencuat ke atas tanah, ulat bulu, mesin traktor yang menyala, awan, orang-orangan sawah, caping dan kayu bakar melihat iri kepada sepasang manusia yang bercinta di ladang gandum.

Iklan

Hais

Ketika tangan berbulu lebat bertato menyentuh pundakmu,
Aku menghantamnya dan kami berkelahi.
Sayang aku kalah dan mati, dan mayatku dilempar ke sebuah jurang tidak jauh dari pusat kota.
Arwahku menangis dan menghantui warga sekitar.
***
Seseorang mengawasimu dari luar jendela tiap malam.
Apa kau menyadarinya?
Aku dan teman-teman berencana patrol keliling rumah.
Esoknya ayah dan ibumu, dan bibi dan pamanmu, dan seluruh kakak adikmu, mati.
Kami yang membunuhnya.

Sie Sind Zauber

Apa jangan-jangan kata ‘mencurigakan’ berasal dari kata ‘curi’?
Sehingga kopi yang sangat panas
Tidak dapat diminum selama 20 menit pertama
Dan aku mati mendidih berenang didalamnya.

Perpustakaan sangat sepi, kafe penuh sesak
Sementara aku di antara keduanya tersesat.

Aku lebih senang pergi ketempat bordil tempat pelacur yang suci berkumpul
Ketimbang mendatangi kapel dengan biarawati munafik.
Sebab bau busuk tumpukan sampah di pintu belakang kampus
Menjadi lebih harum ketimbang wewangian parfum ratu Inggris.

Aku tidak ingin terlarut dalam tidur.
Karena sekarang kenyataan lebih indah daripada mimpi.

Gadis Kecil Yang Ceria

Gadis kecil yang ceria
Tertawa manis mengingat cerita ibu
Tentang monster-monster jahat di hutan

Memetik habis beri liar
Memikul rusa hasil buruan.

Berteduh di pepohonan rindang
Menantang beruang.

Gadi kecil yang ceria
Hilang entah kemana.

Daun gugur dan ranting mengering.
Kabut pekat
Monster jahat bermunculan dan
Membunuh warga desa.

Hutan berkabung sayang

Kesaksian Seekor Serigala

Seseorang gila berlari terjatuh
Meminta tolong dan mohon ampun.
bersaksi padaku tentang mereka
yang menggonggong melolong menari-nari
Seperti gerombolan domba yang haus

Darah.
2 jam dia di neraka menyamar dan tersiksa menggunakan
Kostum setan domba palsu sambil menyembunyikan
Taring ekor dan matanya yang tajam,
berdiam diri bergetar takut.

Gerombolan domba menyembah-nyembah mengelukan
Gembalanya yang tidak
Pernah membimbing mereka.

Mereka domba-domba sial yang diarahkan
Ke tempat pemotongan
Dan dibantainya, suatu tempat yang sesat.
Dia seekor serigala di tengah gerombolan domba.

 

Rusa yang Berburu Singa

Badannya ramping
langkahnya tegas

Sebuah bentuk kesempurnaan

Alam membentuknya demikian

Sayang bernasib malang
ia terpisah dari kawanan

Lapar di tengah luasnya rerumputan yang kuning kering

Kesepian, mencoba berteduh dari panas
Ia menemukan Si Raja Hutan

Perutnya panas
matanya merah
liur mengalir deras

Sadar akan kehadiran rusa
singa berdiri

Singkatnya mereka berlari
Singa terjatuh dan rusa menerkamnya erat
Lelah, menari, mereka beradu cinta.

Politik Dosa

Baginda berjanji sumpah, semusim maju tidak dipenuhi.
Sejuta mati rebah terkapar lapar.
Layak nasi basi dimakan jua, daripada.

Itu tangisan bukan nyanyian.
Penuh sedih perih.

Hamba bisu.
Hamba pincang.

Baginda buta.
Baginda tuli.

Menabur batu, menuai emas.
Kering tuan, panas… keras.

Buka pintunnya, kami masuk.
Tutup pintunya, mereka masuk.

Kami mati! Siapa peduli?

09 Maret 2014

Kisah Seorang Penambang

Sebenarnya kemana diri hendak berlabuh, membuat bingung.
Tak temu padahal dari dulu mencari.
Satu-satu dilihat, intan, berlian dan kecubung.
Hanya itu.

Yang lain pulang berberat bakul, dia pulang seperti dia datang.
Kosong… berteman lelah dan sedih.
Padahal matahari membakarnya, baiklah tak jadi masalah.
Sambil hantam palu terus, memecah batu.

Heran bercampur bingung.
Hingga batu yang sejuta terdiam.
Apa ini? Aneh sekali.
Tidak berkilau. Kotor dan berat

“Sudah sejuta batu hancur, satu yang dicari.
Untuk ini aku dilahirkan. Untuk ini aku berkorban”. Akhirnya..
Tidak pernah sebahagia ini, dan tidak akan lagi.

Dia bilang batu ini berbeda, dan orang-orang menertawakannya.
Orang lupa, nilai jual bukan ukuran.
Tersenyum dia pergi dan hidup bahagia selamanya.

24 Maret 2014